Cari Blog Ini

Selasa, 24 Januari 2012

Hermeneutika

PENTINGNYA  HERMENETIK
A. HERMENETIK HARUS BERTOLAK DARI OTORITAS KITAB SUCI SEBAGAI  FIRMAN  ALLAH
  • JIKA  TIDAK  MENJADIKAN  KITAB  SUCI  SEBAGAI OTORITAS TERTINGGI, MAKA  KITA  AKAN TEROMBANG  AMBING  OLEH HUKUM RELATIVISME
  • ALKITAB  HARUS  DILIHAT  SEBAGAI PEWAHYUAN  ALLAH, SEHINGGA KITA AKAN MENARUH HORMAT DAN CERMAT TERHADAP INTERPRETASI KITA TERHADAP FIRMAN ALLAH
  • SUPAYA DENGAN MELIHAT ALKITAB SEBAGAI FIRMAN ALLAH, MAKA KITA TIDAK TERKACAUKAN ANTARA SUARA ALLAH DAN SUARA MANUSIA
  • DENGAN MELIHAT ALKITAB SEBAGAI OTORITAS TERTINGGI, MAKA KITA TIDAK TERJEBAK DENGAN KEBENARAN MANUSIA.

B. HERMENETIK SEBAGAI SARANA UNTUK MENTERJEMAHKAN/MENJELASKAN PIKIRAN PENULIS KEPADA PIKIRAN KITA DI ABAD MODERN INI.
BEBERAPA UNSUR YANG  DIBUTUHKAN : 
Bahasa, Kultur, Geografi dan Sejarah

Halangan dari Hermeneutika : Kurang tekun, Kurangnya keahlian dan Praduga yang sangat kuat


Perangkap yang ditemui dalam Ilmu Hermenetik
  1. Metode Proftex : Menganggap Alkitab terdiri dari ayat – ayat yang terpisah yang masing – masing dapat diartikan tanpa memperhatikan ayat – ayat sekitarnya.Contoh : Amsal 3 : 16.
  2. Metode Allegoris:Penafsir cenderung memberi arti yang lainnya dari yang dimaksudkan oleh Penulis
  3. METODE RASIONALISME :Penafsir berusaha menjelaskan Alkitab agar selaras dengan ratio manusia
  4. METODE MITOS :Penafsir mengesampingkan aspek sejarah, karena hal tersebut dianggap mitos
  5. METODE DOGMATIKA :Penafsir sudah menetapkan kepercayaannya terlebih dahulu baru mencari ayat pendukung.
  6. METODE SEJARAH EKSTRIM:Penafsir menganggap Alkitab sebagai ceritera yang menarik namun tanpa unsur relevansi  bagi kehidupan sekarang.
  7. METODE AYAT SILANG  Penafsir melihat Alkitab sebagai koleksi ayat – ayat silang yang terpencar – pencar dan untuk menemukan arti ayat – ayat itu harus diadakan perbandingan. Metode tidak keliru, namun bisa menjadi keliru kalau tidak terlebih dahulu kalau belum dieksegesis.
  8. METODE LITERAL EKSTRIM:Penafsir menyangkal adanya penggunaan bahasa kiasan dalam Alkitab.

A. METODE LITERAL :
Metode yang berusaha menerima pengertian literal yang terkandung  dalam kalimat – kalimat terkecuali hal itu sama sekali tidak memungkin. Contoh : Perumpamaan, Gaya Bahasa.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1.       Sebuah kata harus dipahami menurut kalimatnya dan sebuah kalimat harus diartikan menurut konteksnya.
Contoh : Markus 3 : 29; Ibrani 1 :1 (tidak boleh ditafsir kalau tidak melibatkan ayat 2 )
2.       Nats – nats kitab suci yang berisi yang sama harus diadakan studi perbandingan, bila nampak kontrakdiktif maka kemungkinan nats ketiga yang dapat mempertemukannya. Contoh : Matius 10 : 10
3.       Nats  yang jelas harus lebih diutamakan dari pada nats yang kabur artinya. Contoh : Yohanes 3 : 8
4.       .Perhatikan dengan seksama harus diberikan kepada ejaan kata, tatabahasa, dan gaya bahasa.Contoh : Yohanes 2 : 16


MURNI LITERAL: Kalimat – kalimat yang bersifat biasa dan tidak mengandung gaya bahasa di dalamnya.
FIGURATIVE LITERAL: Dibalik kalimat atau kata bersifat kiasan, yang didalamnya memiliki arti Literal. Contoh : Mazmur 33 : 18 “ Mata Tuhan ………” Artinya : Tuhan Maha Tahu.

B. Metode Alegoris
Kendala dari metode ini :
  • Apakah itu memang yg diharapkan dari Penulis.
  • Bisa mengaburkan arti yang benar dari Firman Allah
  • Sistem ini menjadikan Alkitab sebagai tanah liat ditangan Penjunan
  • Akan menganggap penafsiran literal bukti ketidakdewasaan tafsiran


PRINSIP  MENAFSIR  METODE  ALEGORIS
  1. TIDAK DITUJUKAN KEPADA ALLAH
  2. JIKA TULISAN TERSEBUT MEMANG BERSIFAT ALEGORIS
  3. PENAFSIR LEBIH DAHULU MENGERTI PENGERTIAN HARFIAH DAHULU.
  4. PERHATIKAN TUJUAN UTAMA DARI PENULIS
  5. PERHATIKAN KONTEKS, MENGAPA HARUS SAMPAI DIALEGORISKAN


C. Menafsir Nubuatan
  1. Ada nubuatan yang terjadi digenapi pada masa itu juga
  2. Ada nubuatan yang terjadi PL digenapi pada masa PB
  3. Ada nubuatan yang terjadi PB digenapi pada PB
  4. Ada nubuatan yang terjadi tetapi sampai saat ini belum digenapi

PRINSIP MENAFSIR NUBUAT
  1. TAFSIRKAN TERLEBIH DAHULU SECARA LITERAL LEBIH DAHULU,  APABILA LITERAL TIDAK MASUK AKAL, MAKA AYAT ITU MENGANDUNG NUBUAT
  2. PENAFSIR PERLU MEMPERHATIKAN GAP WAKTU.CONTOH : YESAYA 61:1,2
  3. PENAFSIR PERLU MEMPERHATI-KAN  KEMUNGKINAN ADANYA PENGERTIAN GANDA.CONTOH :YESAYA 7 : 14 -16.
  4. PERHATIKAN GAYA BAHASA YANG YANG DIGUNAKAN DALAM NUBUAT.CONTOH : WAHYU 19 : 11 - 16


D. PRINSIP  MENAFSIR TATA  BAHASA
  • DALAM KASUS – KASUS TERTENTU, PENAFSIR SEBAIKNYA SENSITIF TERHADAP PENGARUH DALAM BAHASA LAIN TERHADAP ALKITAB
  • TATA BAHASA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN ANALISA TEKS, ETYMOLGIS, GAYA BAHASA, FONOLOGI, MORFOLOGI
  • TIDAK SETIAP KALIMAT PERLU DIANALISA DENGAN METODE INI.


TAHAPAN  MENGGUNAKAN METODE  TATA BAHASA
  • MENENTUKAN SUATU KALIMAT SECARA UTUH. DAN MUNGKIN KALIMAT ITU ADALAH BAGIAN DARI AYAT. CONTOH :   KEJ. 3 : 13
  • DIANJURKAN MENGGUNAKAN BEBERAPA  ALKITAB DALAM BEBERAPA TERJEMAHAN. CONTOH : 2 TIM 4 : 2  (DOLOUNTES: MEMERPERDAYA/MENJERAT)
  • PENAFSIR MEMPERHATIKAN UNSUR – UNSUR TATA BAHASA. MIS: KATA KERJA, KATA SIFAT, KATA BENDA, GAYA BAHASA, DSB.


E. METODE MENAFSIR PERUMPAMAAN
PERUMPAMAAN  :  CIRETERA – CIRETERA YANG DIGUNAKAN DENGAN MAKSUD MENJELASKAN AJARAN MORAL  ATAU KEBENARAN ROHANI

BEBERAPA HAL YANG PERLU  DIPAHAMI DARI PERUMPAMAAN
1. SUMBER DARI PERUMPAMAAN
2. TUJUAN DARI PERUMPAMAAN
3. STRUKTUR DARI PERUMPAMAAN
4. TEOLOGIA  PERUMPAMAAN PL
5. TEOLOGIA  PERUMPAMAAN PB


Prinsip penafsiran terhadap perumpamaan
1. Perhatikan sebab musabab/ tujuan sampai munculnya Perumpamaan
2. Penafsir dianjurkan mencari data budaya, sejarah,  latar belakang.
3. Biasanya perumpamaan itu memiliki  satu tujuan utama
4. Berusaha menguasai isi dari perumpamaan tersebut.
5. Jangan menafsir perumpamaan denga menggunakan metode alegoris
Catatan.: Perumpamaan = Ilustrasi. Itu sebabnya tidak baik dijadikan Doktrin

F. Prinsip menafsir sejarah
  1. Wajib memahami Latar Belakang
  2.  Kepada Siapa Tulisan itu ditujukan
  3.  Wajib Memahami Penulis  Alkitab
  4.  Wajib Memahami Maksud Penulisan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar