Cari Blog Ini

Kamis, 11 Agustus 2011

Missiologi

Missiologi
Teologi, berasal dari kata “Theos” artinya “Tuhan” dan “logos” artinya “Ilmu”, jadi teologi adalah ilmu tentang ketuhanan. Dengan kata lain yang dimaksud dengan teologi adalah pengetahuan tentang Tuhan dan manusia dalam pertaliannya dengan Tuhan, baik disandarkan kepada wahyu (revealed theology) maupun disandarkan pada penyelidikan akal pikiran (rational theology).
Teologi disebut pula ilmu kalam yaitu ilmu yang menerangkan sifat-sifat Allah yang wajib diketahui dan dipercayai dan yang terpenting adalah pembahasan mengenai keesaan Allah. Oleh karena itu, ilmu kalam disebut juga ilmu tauhid. Ada juga yang menyebut teologi dengan sebutan ilmu ushul artinya ilmu yang membahas tentang pokok-pokok kepercayaan dalam agama.
Cabang Theologi
1.         Bibliologi (Biblika) Ilmu yang mempelajari ttg Alkitab – Mis. Nama Allah dsb.
2.         Ekklesiologi (Historika atau Sejarah) – Sejarah Gereja
3.         Dokmatologi (Sistematika) – Pneumatologi, Soteriologi, Kristologi dsb.
4.         Diakoniologi (Praktika/Praktis)
Missiologi  termasuk pada theologi Diakoniologi. Termasuk juga Demonologi, Hermeunitika (Hermeneutika (dari bahasa Yunani Ερμηνεύω hermēneuō: menafsirkan) adalah aliran filsafat yang bisa didefinisikan sebagai teori interpretasi dan penafsiran sebuah naskah melalui percobaan. Biasa dipakai untuk menafsirkan Alkitab, terutama dalam studi kritik mengenai Alkitab.
Kata Yunani tersebut berhubungan dengan dewa Hermes, dewa dalam mitos orang Yunani, yang bertugas menyampaikan berita dari para dewa kepada manusia. Dewa ini juga dewa ilmiah, penemuan, kefasihan bicara, seni tulis dan kesenian. Dengan demikian kegiatan menafsir adalah kegiatan yang biasa kita lakukan di dalam hidup kita sehari-hari).
Missiologi  berasal dari B. Latin ; Missio – Pengutusan. –>  B. Inggris – Mission -> B. Belanda – Missie (dipakai oleh Katholik) Gereja Protestan memakai istilah kata ‘Zending’
Misi Mengandung Arti :
1.        Tujuan jangka panjang.
Tuhan Yesus datang atau ini terus menerus.
2.        Pengutusan dengan tujuan/target tertentu.
Memenangkan jiwa (Luk. 15:10) - “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.
3.        Menyampaikan suatu kepercayaan.
Dalam B.Inggris bentuk tunggal ‘Mission’ berarti Karya Allah (God Mission) atau Tugas yang diberikan untuk kita (Our Mission)
Dalam bentuk Jamak Mission menandakan kenyataan praktis atau pelaksanaan pekerjaan itu.
1.      Foreign Mission – lembaga untuk PI ke luar negri
2.      Histori Mission –  sejarah PI
Pengertian lain yang berhubungan tentang Missiologi :
1.      Missio Dei - Pengutusan oleh Allah
Allah sendiri sebagai Subjek – Dia mengutus anakNya. Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
2.      Missio Christie – Pengutusan Kristus
Kristus Yesus yang mengutus murid-muridNya. Luk. 10:1-12; 9:1-2.
3.      Missio Apostolorum – pengutusan para Rasul/Murid Yesus. Kis 12:24-25; 13:1-3; 6:2-7.
4.      Missio Ekklesiae – Pengutusan Gereja.

Tugas Missioner dari gereja dibagi 2:
-          PI Kedalam/keluar negeri
-          Pengkristenan kembali dimana aspek sosial diutamakan.
Tetagereja Gereja Hervormd belanda 1951, dibdakan 3 hal :
a.       Dialog dengan Israel/yahudi
b.      PI antar bangsa
c.       Pengkristenan kembali dan reformasi rakyat negara Belanda.
Dari kata MISSIO dijabarkan kata benda MISSIONARIS/MISSIONARY = utusan injil dan kata sifat MISSIONARY/MISSIONER atau berwujud/bersikap/bersifat PI.
Istilah-istilah Missiologi
-          Missiologia Alkitabiah
-          Missiologia bersejarah
-          Missiologia Sistematis
-          Missiologia Praktis.

Theologia Apostolat
Apostolat (Yunani = apostole) menunjuk kepada hakekat kerasulan dari gereja Kristen.

Sejarah PI
-          Abad pertama
Belum ada teori PI yang Ilmiah dan bulat, hanya ada hubungan Gereja dan (filsafat) kekafiran (Tertulinus), Gereja dengan agama Yahudi (Yustinus Martyr), Gereja dengan Negara dan Gereja dengan kebudayaan (Agustinus).
-          Abad pertengahan
Thomas Aquinas (1225-1274) – pendekatan kepada kafir dan muslim.
Raymundus Lullus (1235-1315) – PI kepada orang yahudi dan muslim, denagan rencana untuk berdialog dengan mereka
Thomas a Yesu (1613) – hubungan antara Mazhab, bidat, orang yahudi, orang Islam, dan orang kafir.
-          Zaman Reformasi
Para reformator tidak atau hanya sedikit berminat kepada PI, apalagi memikirkannya secara Ilmiah, pekabaran injil bukan lagi diwajibkan kepada gereja. Kecuali martin Bucher dan tokoh2 aliran Calvinisme yang menguraikan hubungan dengan orang Yahudi.
-          Zaman Pietisme
( adalah sebuah gerakan di lingkungan Lutheranisme, yang berlangsung dari akhir abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18.Gerakan ini bermula sebagai reaksi terhadap ritual-ritual yang mekanis dan formal yang mewarnai pelayanan di gereja Lutheran yang saat itu telah mapan, namun semakin kurang kebebasan untuk mengungkapkan iman secara lebih spontan.)
Ph. J. Spener, HA. Francke dan NI von Zinzendorf mengarang banyak sekali tentang pekabaran injil, tapi lebih bersifat Alkitabiah Modern dari pada teoritis-Ilmiah.
-          Zaman Modern
William Carey membentangkan persoalan yang berhubungan dengan PI. Tatapi baru pada akhir abad 19 dijadikan mata pelajaran sendiri.
Sebagai Ilmu PI sistematis yang pertama haruslah dikemukan karangan Gustav Warneck (Dasar, alat pelaksana dan usaha PI). Karangan ini yang mempengaruhi Ilmu PI dengan penyebaran budaya barat.


Penginjilan
Penginjilan dalam b.Latin – Evangelium -> B. Yunani – Evanggelion -> B.Inggris – Gospel.
5.                  Artinya kabar baik, kabar gembira, berita baik.
Luke 24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Markus 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Kis. 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

jadi penginjilan adalah menyampaikan kabar baik, berita sukacita, berita anugerah, berita pengampunan dosa, berita keselamatan

Mengapa harus ada pekabaran Injil?
1.                  Melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Mat. 28:18-20; Mrk. 16:19-20; Kis. 1:8; Why 5:9 - Why 5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
2.                  Semua orang berbuat dosa. Rm. 3:23
3.                  Upah dosa adalah maut. Rm. 6:23.
4.                  Manusia tidak mammpu menyelamatkan dirinya sendiri.
a.                   Manusia dikuasai iblis dan hatinya penuh dosa. Ef. 2:23; Mat. 15:18-20.
b.                  Allah tidak berkenan kepada amal dan pertapaan manusia. Ef.2:8-9; 2 Tim.1:9; Tit.3:5.
c.                   Segala kebajikan manusia dihadapan Allah seperti kain kotor. Yes 64:6.
d.                  Karena dosa-dosanya, manusia tidak mampu mengerti hal-hal rohani.
(1)              Manusia buta  - Yoh. 9:40-41
(2)              Manusia Egois - 2 Tim. 3:2-5
(3)              Manusia diperbudak oleh dosa – Yoh 8:34
(4)              Manusia sudah mati secara rohani. Ef.2:5
5.                  Hanya ada satu jalan kesurga. Yoh 14:16
6.                  Kepastian penebusan. Yes. 1:8; 1 Yoh. 3:5; 2:2.
7.                  Kepastian pengampunan. 1 Yoh 1:9; Yes 55:7; Mzm 86:5.
8.                  Manusia perlu dilahirkan kembali. Yoh 3:3-5
9.                  Manusia perlu dijadikan ciptaan baru. 2 Kor :17

Siapa yang harus melakukan Pekabaran Injil?
Gereja, orang Kristen, Badan PI.
Kepada Siapa? Dunia, masyarkat, orang kafir, agama lain.
Dengan cara bagaimana? Metode PI
Untuk kita melakukan PI?
-          Menyelamatkan jiwa manusia Kis 4:12; Yeh 18:32.
-          Dunia kekristenan. Mat 28:18-20
-          Gereja dilebarkan. Yes 54:2-3. Kis.1:8.
-          Mempercepat kedatangtan Yesus ke dua. Mat 24:14
Yes. 55:11 – Firman itu tidak kembali dengan sia-sia.
Kis. 6:4 – Memusatkan pada Doa dan Firman Tuhan.


Sikap dan pandangan paulus tentang PI
Roma 1:16-17 – mempunyai keyakinan tentang injil.
1 Kor 9:16 – celaka! Kalau tidak memberitakan injil.
Fil. 1:16 – Membela injil – apologet
2 Tim 1:10
Fil 1:15-18

Misi adalah suatu keharusan. Kewajibannya yaitu :
1.      Menjadi Garam. Mat 5:13 – hal yang tidak kelihatan tapi RASA Mengapa? – supaya segala kebusukan/dosa menjadi sehat atau menyehatkan orang sekitar dan pelayan. Garam dalam Gereja adalah DOA.
2.      Menjadi TERANG – Mat. 5:14-16; Yoh 8:12 – Yesus adalah terang dunia.
Terang – pelayan-pelayan Tuhan – WL, singer, pengkhotbah dll.
= ini adalah hal-hal yang Kelihatan.
3.      Menjadi SAKSI – Marturia – Martir – menyerahkan nyawa
Ini adalah hal yang WAJIB. Kis 1:8
Saksi yang benar adalah KITA MELIHAT dan MENDENGAR. Kis 5:32; 4:20; 22:15.
4.      Berbuah – Yoh 15:16 – Tuhan sudah pilih dan tetapkan untuk kita berbuah.
Yoh 15:8 – Kita berbuah berarti memuliakan Bapa, kita berbuah karena kita Murid Yesus.
BUAH. 1. Pertobatan Mat. 3:8
            2. Buah Roh. Gal 5:22-23 ‘... tidak ada hukum yang menentang hal-hal ini.”
                 Karunia Roh hanya pelengkap tapi BUAH ROH sampai ke sorga.
                 Buah Roh – Butuh Proses – 1 Kor 2:12
       3 Buah Pelayanan – Memenangkan Jiwa, Pemuridan. Kis 2:41, 4:4, 2:47.
Dasar Alkitabiah tentan PI
1.        Perjanjian Lama
Dalam PL brelum ada penugasan yang tegas untuk melekukan pekabaran Injil ke luar terhadap segala bangsa. Yang di utamakan dalam PL adalah pemilihan Israel dan hubungan Israel dengan bangsa lain. Ada 3 aspek pemilihan Israel :
a.       Universalisme
Pada halaman pertama Alkitab sudah diperhadapkan dengan perbuatan Allah terhadap seluruh Dunia. Ia bertindak secara Universal. Kej. 1 s/d 11 adalah pendahuluan dan latar belakan dari sejarah Israel, sfatnya Universal. Perhatian diarahkan kepada segenap umat manusia. Didahului dengan janji : Firdaus, Persekutuan dengan Allah, damai di bumi, berkat dan perjanjian Allah untuk segala makhluk yang ada dibumi (Kej.9). tetapi prasejarah ini memperlihatkan kejahatan yang ditimbulkan hati manusia dan dimana mendapatkan penghukuman dari Allah (Kej 3, 8, 11) yaitu penyerakkan bangsa-bangsa ke seluruh dunia dengan bahasa2 yang berbeda. Kehidupan bangsa2 ini dinamakan BABEL=kekacauan (Kej11:9). Hal inilah yan menjadi latar belakang pemanggilan Abraham (Kej 12), keselamatan Israel bergantung dari ketaatan kepada pemanggilan dan pemilihan sedangkan keselamatan bangsa2 lain tergantung sikapnya terhadap Israel. Abraham tidak menghadapi tugas missioner tetapi sebagai alat penyelamat penyelamat seisi dunia. Rencana Allah dari awal bersifat Universal tapi Allah mengacaukannya. Pemilihan Israel tidak sekali-kali bertujuan Egoisme-keselamatan melainkan universal keselamatan. Pemanggilan Israel berwujud dari Keluaran dari Mesir, bahkan nama Allah dilekatkan pada nenek moyang Israel, Allah tidak malu disebut Allah mereka (Kel 3:6 bdk Ibr 11:16). Israel menjadi harta kesayangan ALLAH (Kel 19:5-6) bangsa yang kudus berarti bangsa yang diistimewakan, dikhususkan, dipilih Allah sebagai harta kesayanganNya sendiri. Kerajaan Imam ialah lingkungan pemerintahan Allah, dimana para warga negara melakukan pelayanan keimaman. Selaku pengantara, Israel melayani juga bangsa2 (Yes 61:6). Dasar pemilihan Israel adalah kasih (Ul 7:6) bukan karena jumlah yang banyak, tetapi karena Tuhan mengasihi dan terikat sumpah kepada nenek moyang. Israel pertama2 merupakan Subjek dan bukan byek pemilihan Allah. Pemilihan Israel adalah jalan yang ditempuh Allah untuk mencapai tujuanNya, yaitu pengakuan namaNya oleh segala bangsa. Yang menentukan adalah sikapnya terhadap Israel dan degan demikian terhadap Allah Israel. Disatu pihak, goyim (bangsa) dilukiskan secara negatif : merupakan ancaman godaan penyembahan berhala (mis Bil 25) atau ada unsur kekafiran.  Tapi dipihak lain, ada penilaian positif yaitu bangsa2 akan tertarik masuk ke dalam lingkungan terang, yang disankutkan kedalam keselamatan yang terjadi pada bangsa Israel (Mzm 67:2-4; 98:1-4; 100:1). Universalisme-keselamatan dibentangkan pula dalam beberapa kitab lain seperti Rut, Yunus dan Yesaya (bdk Mat 1:5). Kitab Yunus dengan tegas menentang sikap partikularisme (=pembatasan keselamatan itu kepada diri sendiri). Harapan Perjanjian lama, wilayah kekuasaan Allah meliputi seluruh bumi.
b.         Eskhatologia
Para nabi menyampaikan berita dari Allah kepada bangsa-2, hukuman baik kepada Israel dan bangsa-2 lain. Maksud Allah supaya mereka mengakui Akulah Tuhan (Yeh 37:28 bdk 39:21-29). Motif ini dihubungkan dengan hukuman maupun dengan janji kepada Israel, bahkan dapat dikatakan bahwa segenap usaha Allah untuk menlong Israel adalah sekaligus bertujuan memperlihatkan keunggulan kepada umum.
Keselamatan Eskhatolgis digambarkan dalam PL pokoknya adalah gambaran datangnya berarak-arakan bangsa-bangsa, satu pawai yang besar kearah Sion, ke arah ‘pesta-raya oikumene’ (marthin Archard). Ini dinamakan gerakan yang sentripetal (pusaran) menuju ke pusat mana tersedia keselamatan. Mzm 87 mengemukakan bahwa pusat dunia adalah Sion (=Yerusalem). Dalam hal ini, bangsa2 lain yang bukan Israel dihitung dan diakui sebagi warga negara Sion, Inkorporasi (ditampung) ke dalam tubuh Israel. Bukan Israel atau bangsa2 lain yang bertindak, tetapi Allah sendirilah yang bertindak terhadap Israel dalam pusat sejarah dan pusat dunia, dan dengan jalan demikian segala bangsa akan datang dan pada akhirnya disangkut paukan pada drama-keselamatan. Bukan Israel yang dipanggil menjadi saksi, tetapi bangsa-bangsa menyaksikan apa yang terjadi sehingga mereka menjadi irihati dan mencari Tuhan Israel.
c.          Masadepan Mesianis.
Pengharapan Israel akan masa depan, pemegang kunci ialah Almasih (Mesias) yang dijanjikan selaku pembawa keselamatan, Ia adalah poros berkisarnya masa depan. Seringkali pengharapan itu berpusat pada diri Daud dan keturunannya yang akan memerintah dengan adil dan damai sebagai raja yang diberikan Allah. Kadang2 juga pengharapan mesianis kepada hamba yang diurapi Tuhan, baik dia memangku jabatan sebagai raja (Mzm 2) maupun jabatan Imam (Mzm 110) atau nabi (Yes 61). Perhatian khusus harus diberikan kepada hamba Tuhan yang menderita (Yes 42:1-7; 49:1-7; 50:4-9) ialah penderitaan sengsara.
Israel mempunyai fungsi perantara di dalam rencana Allah, ia harus menerima dengan taat keselamatan yang diberikan Allah, janjiNya, HukumNya, supaya ia dapat memperlihatkan kepada bangsa2 lain siapa Allah Israel. 3 Aspek fungsi perantara yaitu kerajaan, keimaman dan kenabian (Yes 2:2-5).
a.       Yerusalem/Israel menunjuk kepada pemerintahan Allah sebagai raja dunia. Dia menghendaki theokrasi yang universil. Sehingga aman dan keadilan terjamin.
b.      Dari Sion akan keluar undang2 (=Torah, pengajaran, petunjuk dari Tuhan). Israel akan mengajar bangsa2 tentang kehendsak Allah setelah ia sendiri belajar – melalui banyak penderitaan!- menuju jalan Allah.
c.       Dan Firman Tuhan adalah Yerusalem, para nabiNya yang menyampaikannya. Artinya semua eksistensi Israel berfungsi sebagai kesaksian tindakan Allah dlm manusia sehingga menjadi sejarah keselamatan.
Bangsa-bangsa akan datang menuju ke pusat dgn perantaraan Israel selaku raja, Iman, dan Nabi dalam pelayanan Tuhan, mendatangkan masadepan yang gilang gemilan atas Israel dan segala bangsa.

Zaman Antara PL dan PB
Pekabaran Injil Kristen merupakan lanjutan Proselitisme Yahudi, dan usaha ini kelihatan berkembang di abad2 terakhir sebelem abad2 pertama tarikh Masehi. Sekalipun hal ini perlu ditinjau kembali sekaligus perlu juga diajukan perkataan Yesus Kristus yang sangat tajam (mat 23:15). Mengapa? Apakah latar belakan dari perkataan Yesus itu? Karena penyebaran agama Yahudi atau propaganda atau usaha memancing orang bertentantangan dengan kesaksian PL yang memberitakan datangnya bangsa2 dengan sendirinya, karena terdapa golongan Yahudi yang tidak memperlihatkan kegiatan Missioner atau prop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar