Cari Blog Ini

Sabtu, 15 Mei 2010

Roh Kudus dan Doa

Roh Kudus dan Doa


"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27)
Doa merupakan nafas orang Kristen, satu bentuk komunikasi antara orang yang diselamatkan dan Juru Selamatnya. Doa merupakan penyatuan kehendak antara ciptaan dengan sang Pencipta. Doa merupakan penyatuan kehendak kita, kemauan kita, yang sesuai dengan kehendak Allah Pencipta. Doa itu penting sekali, tetapi Alkitab mengatakan bahwa kita sebenarnya tidak mengetahui bagaimana kita seharusnya berdoa. Ini sangat jujur. Siapakah yang mengetahui bagaimana seharusnya berdoa? Kita selalu hanya meminta ketika berdoa, meminta menuruti kemauan diri sendiri. Kita berdoa agar Tuhan menyesuaikan diri dengan kehendak kita.
Alkisah hidup sepasang suami istri di provinsi Shandong di Republik Rakyat Tiongkok. Keduanya mencari nafkah dengan berjualan kain berkeliling karena mereka tidak memunyai toko. Pada setiap akhir tahun, mereka memunyai kebiasaan berdoa berlutut di hadapan Tuhan. Sang suami berdoa, "Oh Tuhan, saya berterima kasih kepada-Mu karena Engkau sudah memberkati sehingga kami untung 100 bal kain. Tuhan, saya meminta diberi keuntungan 200 bal kain pada tahun depan." Sebelum ia selesai berdoa, sang istri menyela, "Tuhan, jangan dengar doa suami saya, dengarkan doa saya. Jika tahun ini Tuhan memberi kami keuntungan 100 bal kain, tahun depan juga sama, 100 bal saja sudah cukup." Sang suami marah-marah, "Saya belum mengatakan amin, mengapa kamu ikut campur, kita akan susah jika hanya mendapat 100 bal kain." Tetapi sang istri tidak peduli, ia melanjutkan doanya, "Tuhan, pokoknya dengarkan saja doaku. Jangan beri 200 bal. Jika Engkau berikan 100 bal, ia akan tetap setia dan mencintai saya. Jika 200 bal, ia akan mencari istri kedua." Inilah doa orang-orang dunia, keduanya mendoakan keuntungan diri sendiri, bukan mencari kehendak Tuhan dan Kerajaan Allah.
Saya ingin bertanya kepada Saudara, apakah doa kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah kita berdoa dengan pengertian akan apa yang dikehendaki oleh Tuhan? Alkitab berkata terus terang kepada kita bahwa kita sebenarnya tidak mengetahui bagaimana seharusnya berdoa. Apakah yang kita harus doakan? Bagaimana kita mendoakannya? Kita sendiri tidak mengetahuinya. Banyak orang Kristen hanya bisa meminta ketika mereka berdoa, Tuhan saya minta ini, minta itu. Sebelum saya pergi melayani ke luar negeri, saya bertanya kepada istri saya, "Jika saya pulang, kamu ingin dibawakan oleh-oleh apa?" Jawabnya, "Jangan bawa apa-apa, saya tidak perlu apa pun." Lalu saya bertanya kepada anak-anak saya, apakah yang mereka minta. Yang seorang mengatakan, kali ini tidak ada keperluan apa pun. Yang lain minta dibelikan ini, minta dibelikan itu. Setiap anak berbeda permintaannya. Istri saya tidak pernah meminta apa pun, tetapi saya memikirkan sendiri, apakah keperluannya yang saya bisa belikan. Demikian juga Tuhan menghendaki kita mengungkapkan isi hati kita pada saat kita berdoa, bagaimana kita menanggapi kedaulatan, keinginan, rencana, dan kehendak Allah.
Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa kita sebenarnya tidak mengetahui bagaimana kita berdoa. Itulah sebabnya, kita masing-masing diberi Roh Kudus sebagai Penolong, untuk menolong kita berdoa, menolong kita mengutarakan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan menurut kehendak Tuhan. Dan sebagaimana dikatakan ayat ini, Roh Kudus mengetahui bagaimana berdoa bagi kita. Dia berdoa menurut kehendak Allah bagi orang-orang kudus. Dalam keadaan demikian, kita melihat hubungan antara doa dan Roh Kudus. Bukan doa kita yang menggerakkan Roh Kudus, melainkan sebaliknya Roh Kudus menggerakkan roh kita untuk berdoa. Roh Kudus berdoa bagi kita sesuai dengan kehendak Allah yang menerima doa kita. Di sini, kita sekali lagi menegaskan doktrin dan teologi doa yang benar.
Berdoa dalam Roh dan Kebenaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar